Hal-Hal Menyenangkan

The thoughts that has been killing me lately: what if my family and friends hated me and how I became a burden to everyone

Sejujurnya belakangan aku kepikiran pengen ngehapus blog ini. Postingan terakhirku itu tanggal 7 Desember 2017 dan isinya sangat nggak menyenangkan. Begitu juga dengan postingan-postingan sebelum tanggal itu. Postingan yang agak menyenangkan terakhir kali kutulis tanggal 15 Oktober 2017.

Sekarang udah Februari 2018.

Ingat nggak, gimana dulu aku sering menuliskan hal-hal menyenangkan di blog ini. Ceritaku jalan-jalan. Ceritaku bermain sama teman-teman, atau masak-masak. Kelucuan hidup yang aku alami. Kenangan-kenangan indah dan menyenangkan.

Sampai tiba-tiba semuanya berubah dan aku merasa kehabisan cerita yang menyenangkan.

Dulu waktu pertama kali bikin blog emang tujuannya sebagai mediumku bercerita, untuk refleksi pada diri sendiri, senang atau sedih. Otakeyong. Ota (bahasa Minang, artinya obrolan) dan Keyong. Bisa juga Otak-nya Keyong. Niatnya, blog ini menjadi wujud digital dari diriku.

Kalau sedang fokus pada suatu hal, otakku sering berisik ingin berbicara tentang hal lain, jadi kutuliskan di blog biar dia diam. Kalau senang, kutuliskan supaya aku bisa terus mengingat perasaan senang itu. Kalau sedih, aku curahkan supaya aku merasa lebih lega, supaya pikiranku nggak kusut lagi.

Dengan semua hal-hal tidak menyenangkan yang aku tulis beberapa bulan belakangan ini, ternyata bukannya bikin aku lebih lega, malah bikin aku tambah lelah. Kepalaku tambah sakit. Menulis bukan lagi jadi sesuatu yang menyenangkan dan melegakan.

Kepalaku bilang padaku, kenapa sih terus-terusan nulisin hal ginian di blog? Cari perhatian? Sok emo? Sok edgy?

Berisik.

Kalau kembali ke awal, menjadikan blog ini sebagai wujud digital dari diriku, apakah berarti sekarang aku hanyalah seonggok jasad hidup yang menyedihkan? Apakah sekarang sosokku menjadi kelabu?

Mungkin nanti aku akan kembali berwarna-warni, melihat semua ketidakmenyenangkan yang pernah kutulis dan bersyukur aku berhasil melewatinya.

Jadi, sampai saat itu tiba, aku pamit dulu. Aku taruh foto Sanggyun favoritku di sini karena setidaknya, ini adalah hal yang menyenangkan.

©thereforyou0523

See you on the brighter days.

Jatinangor, 5 Februari 2018, 21:38

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s