Mingling

Credit: The Star


Gak ada hubungannya sama Sanggyun sih. I just wanna put this here to remind me to the days when I’m madly in l*ve with him lol. Also, he looked so damn fine. Been serving looks since 1995.

Kemarin aku buka notif akun Facebook lamaku. Ada ratusan pemberitahuan, tapi hampir semuanya kalo nggak game invitation, ya update-an orang-orang yang entah kenapa bisa ada di notifku. Nggak tahulah, entah kenapa akun lamaku itu kaya ketinggalan zaman dan aneh aja UI-nya. Trus aku males ngutak-atik jadi  ya udahlah ya.

Dari ratusan notif itu, ternyata ada notif komentar foto yang di-tag ke aku dari beberapa teman SMA. Ternyata itu undangan nikahan dong, dari September! Parah banget nggak sih, aku gak ngeliat undangan itu karena ketiban notif-notif nggak penting lainnya. Dan yang bikin aku merasa bersalah adalah, teman ini merupakan teman sebangkuku waktu kelas 11, ketika aku pertama kali masuk IPS dan nggak kenal siapa-siapa. Maafin.

Trus tadi ada undangan lagi di grup line SMA. Lagi-lagi dari teman sekelas waktu kelas 11, tapi yang ini cowok. Kaget sih kaya kukira dia tipe yang nggak akan nikah muda hahaha. Tapi ya gitu ya, namanya jodoh nggak ada yang tau.

Kalau dihitung-hitung, teman-temanku dari zaman sekolah mungkin ada sekitar 10-15 orang yang sudah atau akan menikah. Wah, salut, berani berkomitmen di usia muda. Aku sih belum mau haha tapi nggak tau ya kalau udah jalannya mah, ya gimana.

Trus, aku kepikiran sebuah hal yang paling aku takuti (atau lebih tepatnya, malesin) kalau udah nikah: kudu berbaur alias mingling sama keluarga orang lain. Aduh, ngebayanginnya aja udah bikin aku capek.

Namanya nikah itu kan bukan cuma menyatukan dua insan manusia ya, tapi juga menyatukan dua keluarga. Kita masuk ke keluarga orang lain, dan sebaliknya, gitu. Jadi mesti berakrab-akrab sama bapaknya, ibunya, kakaknya, adeknya, bahkan mungkin sampai level kakek-nenek-om-tante-sepupu. Masalahnya ini tuh keluarga, yang bakal susah banget untuk dihindari dan pasti diomongin kalau kamu berlaku “tidak seperti keinginan mereka”.

Membayangkan aku harus bermanis-manis mengambil hati ibu mertua aja bikin aku cringe setengah mati, apalagi kalo beneran kejadian. Trus aku kan pengennya selalu lebaran di rumah, sama mamaku, bapakku, adek-adekku. Walaupun menikah bikin kamu jadi bagian keluarga orang lain juga, yang berarti kamu berhak untuk merayakan lebaran bareng mereka, tapi kan tetap aja beda. Kamu nggak lahir di situ, nggak tumbuh besar bersama mereka. Gimana pun, kamu orang asing. 

Ugh, socializing is so tiring.

Iya, ini beneran shitposting soalnya aku pusing, emotionally draining, trus nggak bisa tidur padahal sebentar lagi udah subuh. Trus juga bete karena seperti tahun-tahun sebelumnya, tiap bulan November aku nggak pernah haid. Jadi aku tau persis postingan ini ngawur dan nggak jelas logikanya. Eh, tapi emang postinganku ada yang jelas alur berpikirnya? Hahaha. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s