Semesta Bermain

Paham kan, gimana perasaan ketika tahu semesta kembali mengajakmu bermain dan bercanda? 

Aku bakal mudik besok, dan rasanya aneh. Maksudku, biasanya kalau mau pulang tuh bawaannya bersemangat, pokoknya beda lah perasaannya. Tapi kali ini aku malah merasa gugup dan nggak tahu kenapa, merasa 40% nggak mau pulang. Biasanya beberapa hari sebelum pulang aku udah sibuk beliin titipan bayi-bayi, bahkan udah mulai  packing paling nggak sejak H-7 saking bersemangatnya. Tapi kali ini, aku baru sibuk belanja hari kemarin (Sabtu) dan tadi siang. Packing pun baru habis Ashar, padahal aku bakal jalan ke Bandung sekitar jam 8-an. Ini mungkin karena kenyataan bahwa diri ini masih belum lulus dan males kalo ditanyain (lagi), jadi rasanya nggak semangat buat pulang haha. Tapi aku muak di Nangor, aku muak di kosan. Jadi aku harus pulang. 

Pesawatku berangkat jam 12.50 dan travel yang kupesan berangkat jam 5.30. Berhubung nggak ada travel dari Nangor yang berangkat jam 4.30 (dan nanggung subuh juga), aku memutuskan untuk kongkow aja di Mekdi Simpang Dago, wifian sampai menjelang subuh. Nanti dari Nangor, aku bakal turun di Jalan Cipaganti, naik angkot sedikit ke pool X-Trans yang deket Ciwalk, menitipkan koper, trus cabut ke Mekdi. Rencana sudah tersusun rapi di kepalaku tapi ternyata hidup nggak harus selalu berjalan sesuai rencana. 

Pertama, supir travelnya nggak mau turun ke Jalan Cipaganti, mungkin males karena mikirnya bakal macet. Tapi aku masih oke karena bisa naik angkot juga dari DU dan ongkosnya cuma beda seribu. 

Kedua, ternyata sampai di DU, sekitar jam 9.30 udah nggak ada angkot. Mungkin ada, tapi jarang banget. Aku nungguin sendirian kaya anak hilang di depan gerbang Unpad. Akhirnya aku memutuskan untuk naik Go-Car aja. 

Sampai di pool X-Trans, sebenarnya aku agak bingung karena loket reservasinya gelap, dan cuma ada segerombolan bapak-bapak yang lagi nonton bola. Ada dua ibu-ibu yang kukira juga lagi nungguin travel. Jadi dengan pedenya aku ikut duduk nggak pake nanya-nanya. Bapak-bapak yang ada di situ juga nggak nanya apa-apa. 

Sambil duduk bernapas, aku mikirin gimana caranya ke simpang. Hmmm udah nggak ada angkot. Naik gojek berarti. Tapi nanti subuh pake apa ya? Kalo nggak ada angkot? Kalo nggak ada gojek? Masa jalan? Serem. 

Kelamaan mikir bikin aku jadi haus dan memutuskan untuk nyari minimarket terdekat dan siapa tahu 24 jam jadi aku bisa nongkrong di sana sampai menjelang subuh. Ketika akhirnya menemukan Indomaret yang ada tempat duduknya, aku beli susu coklat panas dan sebotol air mineral (maafkan aku, bumi). Baru beberapa menit aku menikmati indahnya hidup ini, si teteh mulai beberes. Tokonya mau tutup.

Haha.

Aku naik ke Cihampelas Skywalk, tapi ternyata nggak ada orang dan udah mulai gerimis. Jadi aku memutuskan untuk balik ke pool dan berteduh.

Pool-nya makin sepi. Ini semakin aneh karena harusnya ada keberangkatan jam 11 ke bandara. Tapi bodohnya aku masih sok tau dan nggak nanya. Orang yang masih ada di sana juga masih nggak bertanya. Sama-sama cueklah pokoknya. 

Di tengah kebengonganku seorang diri, seorang teteh-teteh datang dan bilang mau beli tiket travel ke bandara. Satpamnya bilang, kalo yang ke bandara itu dari pool satunya lagi, sekitar 200 meter dari pool yang ini. Doooeeengggg!!!! ta…tapi kemarin pas aku booking kata aa-nya dari pool yang ini… 

Masalahnya, selama ini aku nggak pernah naik X-Trans, makanya nggak tau pool yang mana ke mana. Biasanya aku naik MGo tapi kebetulan penuh semua huft. 

Akhirnya, tengah malam aku menggeret koper kaya peserta AFI yang tereliminasi, di Jalan Cihampelas yang untungnya sudah lumayan sepi. Aduh aku malu banget rasanya, tapi nggak tau malu sama siapa hahaha.

Sampai di pool yang benar, aku duduk dan mengatur napas lagi. Menggeret koper 200 meter ternyata bikin keringatan. Sudah hampir tengah malam dan aku sudah 90% yakin pengen ke Mekdi aja. Udah ngecek gojek, tapi nggak tahu kenapa masih belum jadi mencet tombol order. 

Di tengah kebingungan, aku ngeliat kakak kelasku selama SD-SMP-SMA dan emang aku kenal. Doi kuliah di UPI dan tinggal di asrama mahasiswa daerah yang ada di ujung jalan Cihampelas. Kebetulan si kakak juga tipe senior yang ramah dan mengayomi juniornya. 

Biasanya aku orang yang males banget nyapa orang lain, tapi kali ini semesta menyuruhku menyapa si kakak. Ternyata, kami naik pesawat yang sama dan bahkan travel di jam yang sama juga. Doi akhirnya menawakanku untuk nginap di asrama aja. Mungkin sekadar basa-basi, tapi aku mengiyakan karena nggak punya alasan juga untuk bengong sendirian di pool travel.

Dari awal sebenarnya aku udah kepikiran asrama mahasiswa ini. Tapi, aku sendiri belum pernah main ke sana dan nggak kenal siapa-siapa juga hahah. Dengan si kakak pun aku sekadar kenal, bukan yang akrab sampai aku berani minta nginap di kamarnya. Tapi demi nanti cuci muka, sikat gigi, dan sholat subuh yang lebih baik, jalani saja lah ya. 

Makasih loh kak, sudah menampung shameless junior ini 💜

Yes, my life is so damn funny. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s