Komik Roman

“Nggak tertarik bikin komik pure romance kaya ‘Grey dan Jingga’?” tanyaku.

“Gua kan menang Kompetisi Komik Indonesia tahun 2014 tuh. Judulnya ‘Senyum 50.000 rupiah’. Gua sih nganggap itu romance. Nggak tahu orang nganggapnya gimana,” jawabnya sambil tertawa.

Hari Rabu kemarin, aku ke Jakarta untuk wawancara Ockto Baringbing demi tugas PBM (Penulisan Berita Mendalam). Di tugas itu, aku mengangkat topik soal perjalanan komik Indonesia. Kalau sering mengamati komik Indonesia yang sekarang lagi berseliweran dalam berbagai wujud, pasti tahulah sama Galauman. Nah, Ockto Baringbing ini adalah orang dibalik kisah pahlawan tukang galau itu.

Galauman juga yang bikin aku merasa harus banget untuk memasukkan alumni ITB ini ke dalam jajaran narasumberku. Kenapa? Karena menurutku unik aja. Orang ini mikir apa sih bisa-bisanya nyiptain tokoh kaya gini, pikirku waktu baca Galauman. Bayangkan, ketika orang lain justru jadi rapuh lemah tak berdaya kalau lagi galau, si Galauman ini malah dapat kekuatan dari kegalauannya itu. Emejing.

Lalu aku mulai bertanya-tanya apakah dia juga tertarik untuk membuat cerita cinta beneran. Maksudku, ala ala serial cantik. Cerita cinta antara perempuan dan laki-laki dan sesuatu di antara mereka.

Tachibana Juta di Otomen itu cowok. Dan dia bikin komik romance karena terinspirasi temannya, Masamune Asuka, suka sama Miyakozuka Ryo, si anak baru. Tapi itu cerita di drama dan aku benar-benar ingin tahu apakah mungkin laki-laki juga bikin komik romance. Yah, walaupun dulu ketika akhirnya tahu Sweta Kartika itu laki-laki, aku masih tetap ingin tahu.

Besoknya, mas Ockto—atau mungkin seharusnya kemarin kupanggil “bang” karena dia orang Batak alih-alih Jawa—mengirimkan link komik yang dijanjikannya. Senyum 50.000 Rupiah.

Komik ini ceritanya tentang cowok ansos yang jajan mi instan sebungkus di minimarket pake uang 50 ribu karena adanya cuma itu. Oleh si kasir, dia ditanya “mau nuker recehan ya, mas?” dengan senyuman yang sangat manis (menurut si cowok). Akhirnya si cowok—yang belakangan diketahui namanya adalah Andika—terus berusaha mendapatkan senyum itu dengan terus-terusan jajan di minimarket dengan uang 50 ribu. Konflik (batin) muncul ketika dia sadar kalau dia nggak selamanya punya lembaran uang 50 ribu.

Keren sih idenya kalau menurutku. Mungkin buat cowok yang nggak pernah punya kisah cinta, diucapin selamat pagi sama kasir minimarket udah bikin baper, apalagi kalau disenyumin. Perkembangan yang terjadi diantara mereka dan uang 50 ribu itu juga oke. Soalnya uang 50 ribu itu nggak berhenti di meja kasir, tapi merambah ke hal lain yang lebih bermakna. Aku suka banget sama komedi yang tercipta dari konflik batin si Andika, mulai dari orang tuanya yang mengira dia pakai narkoba (karena duit udah tipis dan tiap hari narik 50 ribu), gimana caranya tiap hari ke minimarket tanpa disadari si cewek (akhirnya beli jersey bola dari semua tim), sampai julukan “Mahasiswa Sejati” dari orang-orang di sekitarnya (soalnya udah kuliah enam tahun tapi nggak lulus-lulus). Monolog yang dilakukan si Andika, amboi galaw nian. Bikin hati bagai tersayat pinggiran kertas.

Baca komik one shot ini bener-bener mengingatkanku pada masa muda, ketika serial cantik jadi makanan sehari-hari. Apalagi gaya gambarnya yang manga banget. Terlihat jelas dari sosok si cewek yang bermata bulat, serta berambut rapi dan kinclong (waktu SD aku bertanya-tanya gimana caranya punya rambut seperti itu). Ceritanya manis, tapi diimbangi sama komedi dalam takaran yang cukup jadi nggak giung. Mantaplah pokoknya. Pantesan menang.

AH! AAAAH!!!

Ngomong-ngomong komik romance yang pasti identik banget sama serial cantik, aku jadi ingat komik shoujo yang kubaca waktu SD dan ceritanya melekat banget sampai sekarang.

White Feathers.

Ceritanya tentang cowok super tampan, Adrian “Angel” White, yang ternyata adalah keturunan malaikat. Dia bisa mengeluarkan sayap berbulu putih kalau dia mau, atau kalau punggungnya disentuh sama cewek yang dia suka. Otomatis, Angel jadi nggak bisa punya pacar karena cewek-cewek itu takut sama sayapnya. Sampai akhirnya dia ketemu sama Naomi “Purple” Stella yang berambut ungu dan membuatnya (uhum) jatuh cinta. Blablabla terjadi dan ujung-ujungnya jadian aja.

Waktu baca aku ngerasa kalau ini komik Jepang banget karena gaya gambarnya. Khas banget, terutama mata berbinar-binar, rambut kinclong, dan muka yang suka blushing. Agak aneh sih, karena nama tokoh-tokohnya nggak ada Jepang-jepangnya.

DAN DAN DAN DAAANNNN

Barusan banget aku tahu kalau komik itu buatan orang Indonesia KARENA KARENA KARENA aku ketemu blog komikusnya. Aduh, ketipu sama tampang! Tapi ceritanya bagus sih, konsepnya nggak mainstream dan aku suka dan nggak giung dan nggak……dan nggak……nggak nyangka.

Hah, lagi hectic begini malah pengen baca komik!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s