Month: June 2013

Ngebet Punya Pacar

Sebelumnya, sebagai anak yang nggak gaul aku mau mengucapkan selamat bulan Juli, selamat menempuh hidup baru, selamat ulang tahun buat yang ulang tahun, dan selamat puasa Senin-Kamis buat yang menjalankan.

Pagi ini, aku mau sharing tentang pemikiran aku yang udah nggak ngerti lagi sama pemikiran anak-anak gaul diluar sana, yaitu keharusan untuk punya pacar. Ups, maaf kalau pembukaannya jadi kaya khutbah begini. Maklum, kebawa suasana subuh yang syahdu.

Langsung aja, dari pagi aku udah nemu orang macam ini:

Image

Ini baru satu orang sih, dan aku tau diluar sana masih banyak anak-anak gaul yang ngetwit kaya gini.

Yang aku nggak ngerti adalah, kenapa bagi kaum mereka (baca: anak gaul) punya pacar adalah suatu keharusan? Kaya mereka bakal mati gitu, kalo ngejomblo lebih dari tiga hari. Orang seperti ini, bahasa kerennya disebut Anuptaphobia, yaitu takut akan tidak mendapatkan pasangan. Fobia jenis ini biasanya menyerang cewek-cewek gaul, walaupun kadang ada juga cowok yang punya sindrom ini. Jadi, menurut aku yang sotoy level Universitas ini, alasan mereka adalah;

Mereka Gaul

Yah, judulnya agak bodoh sih. Tapi, sepengetahuan aku, anak gaul emang harus punya pacar. Kalo nggak punya pacar? Ya belum resmi gaul. Makanya, sebelum predikat “Gaul” itu hilang, mereka harus buru-buru nyari pacar lagi begitu putus dari yang dulunya.

Takut Dianggap Nggak Laku

Kalau ini alasannya, aku udah bener-bener nggak bisa bedain mana anak gaul dan mana penjual makanan. Logikanya, penjual makanan jelas takut dagangannya nggak laku. Kalo dagangannya ga laku, berarti ntar dagangannya basi. Kalo dagangannya basi, berarti nggak dapet duit. Kalo anak gaul? Apa mereka bakal basi kalo nggak punya pacar? Bakal jamuran? Lumutan? Dikerubungi lalat?

Matre

Kebanyakan dari anak gaul yang ngebet punya pacar adalah kalangan matre. Eits, aku bilang KEBANYAKAN loh ya, bukan semua. Liat tuh, udah di bold-italic-underline-capital dan masih nggak ngerti juga, ke Zimbabwe aja sana. Anak-gaul-matre-yang-ngebet-punya-pacar ini resah dan gelisah soalnya gara-gara mereka jomblo, jadi nggak ada orang yang bisa diporotin. Padahal, buat beli perlengkapan kegaulan kan butuh duit banyak…

Insecure and Dependent

Menurut aku sih ya, mereka yang ngebet punya pacar ini biasanya insecure sama dirinya sendiri. Begitu nggak punya pacar, mereka langsung merasa jadi makhluk Tuhan paling jelek. Jadilah, mereka mungkin berniat oplas biar mukanya jadi kaya personel JeKeTi 48 yang lagi digandrungi cowok-cowok. Oke, ini sotoy maksimal. Dependent, berarti mereka juga biasanya adalah tipe orang yang selalu bergantung sama orang lain. Kemana-mana harus diantar-jemput, makan harus disuapin, mau tidur harus di-nina bobo-in, dan semacamnya. Karena nggak punya pacar, mereka jadi kehilangan tempat bergantung dong? Yaudah sih, pacaran aja sama tali jemuran biar bisa gelantungan mulu. *tratak bum tess

 

Aku bikin postingan ini bukan buat menyindir atau menyinggung seseorang sih. Kalo ada yang tersinggung, yah berarti itu emang fakta yang terjadi sama kamu haha #plak. Toh, ini cuma pemikiran aku yang nggak cukup kredibel untuk punya pemikiran yang bisa dipercaya. Kenapa sih, harus banget gitu punya pacar segera-sekarang-juga? Tunggu aja waktu yang tepat, dan orang yang tepat tentunya, yang pasti bakal datang ke sisi kamu. Selamat Senin, tetap semangat yaaa 🙂

Menjemput Layout

Cuma mau cerita sedikit tentang apa yang terjadi malam ini…

Jadi ceritanya, alhamdulillah tabloid LANCONG! udah turun cetak. Rasanya bahagia banget waktu ngejemput si tabloid dan ngebawa pulang ke kosan. Tapi, justru disinilah petaka bermula.

Waktu buka-buka tabloid buat mastiin semua baik-baik aja, kita menyadari satu hal: Ada foto yang lupa di-wrap! Fak, ini fatal banget. Gara-gara si foto sialan itu, sebagian teks-nya ketutup. Astagfirullah, kenapa hal kecil gini bisa luput…

Jadilah, halaman itu harus dicetak ulang SATU HALAMAN FULL BOLAK-BALIK. Ini artinya keluar duit lagi. Oh, oke, itu bisa dipikirin nanti. Masalah terbesarnya adalah aku ga punya file .CDR-nya.

Aku nelpon si pemilik file, dan dia lagi di Bandung. Dia nyuruh aku ngejemput si file ke kosannya. Habis magrib, aku langsung ke kosan dia. Bareng temen kosannya, aku udah kaya maling ngubek-ngubek kosan orang. Cari sana-sini, si laptop ga ada. Aku telpon dia, dan sial. Laptopnya ada di temennya dan dia lupa.

Akhirnya, aku nelpon si temen ini dan pergi ke tempatnya dia. Entah kutukan apa, aku nyaris kepeleset, tapi masih bisa nahan diri. Sialnya, begitu dari tempat si temen ini, aku kepeleset beneran. Astaga, ini cobaan yang kedua.

Aku buka dompet, dan sadar aku lupa bawa duit. AAAARRGH! Artinya aku mesti ke Jatos dulu. Demi apapun, aku yakin setiap orang yang aku lewatin di Jatos, ngerasain hawa membunuh dari badan aku. Bodo amat, yang penting si-layout-salah-sialan ini harus dicetak malam ini juga.

Akhirnya aku berhasil mendarat di percetakan dengan selamat. Percetakannya lumayan rame, tapi aku bisa nyetak sesegera mungkin. Cuma selembar ini. Setelah semuanya selesai, aku balik ke kosan, walaupun aku ngerasa ada sesuatu yang salah.

Bener aja, nyampe di kosan, sesuatu yang salah emang terjadi…..

Image

Astagfirullah al adzim………….

KERTASNYA BEDA UKURAN!!!!!!!

Kuatkan aku, Ya Allah…

Semoga setelah semua perjuangan ini, setelah kepeleset tiga kali ini, setelah semuanya, menghasilkan nilai A. Amiiin :’)

Pemikir Mandiri

(hasil iseng ikut tes kepribadian di internet)

Tipe Pemikir Mandiri adalah orang-orang yang analitis dan jenaka. Mereka biasanya percaya diri dan tidak membiarkan diri terganggu oleh konflik dan kritik. Mereka sangat sadar akan kekuatan mereka sendiri dan tidak ragu akan kemampuan mereka. Orang-orang bertipe kepribadian ini biasanya sangat sukses dalam karir karena mereka memiliki baik kompetensi maupun tekad. Tipe Pemikir Mandiri adalah ahli strategi ulung; logika, sistematika, dan pertimbangan teoritis adalah dunia mereka. Mereka haus pengetahuan dan selalu berusaha mengembangkan dan menyempurnakan pengetahuan mereka di bidang mana pun yang menarik minat mereka. Berpikir abstrak adalah kemampuan alami bagi mereka; ilmuwan dan spesialis komputer biasanya dari tipe ini.

Tipe Pemikir Mandiri adalah spesialis pada bidang mereka. Pengembangan ide dan visi penting bagi mereka; mereka senang bersikap seluwes mungkin dan, idealnya, senang bisa bekerja sendiri karena mereka sering merasa tersiksa harus menjelaskan runutan pemikiran mereka yang kompleks kepada orang lain. Tipe Pemikir Mandiri tidak tahan dengan rutinitas. Begitu mereka menganggap sebuah ide bagus, sulit membuat mereka menyerah; mereka mengejar pelaksanaan ide itu dengan keras kepala dan gigih, sekalipun ada perlawanan dari luar.

Pemikir Mandiri bukan tipe yang mudah keluar dari cangkangnya. Membicarakan kehidupan emosional juga bukan salah satu kekuatan mereka. Lagipula, hubungan sosial tidak terlalu penting bagi mereka; mereka sudah puas hanya dengan beberapa teman dekat yang dianggap mudah untuk berbagi dunia cendekia mereka. Mereka sulit membuat hubungan-hubungan baru. Dalam asmara, mereka membutuhkan banyak ruang dan kemandirian namun ini bukan berarti pasangan mereka tidak penting bagi mereka. Tipe Pemikir Mandiri biasanya memberi kesan dingin dan pendiam bagi orang lain; namun kesan ini menipu: mereka tidak tahan jika orang-orang yang dekat dengan mereka menolak mereka. Mereka lebih suka hubungan harmonis yang seimbang dengan pasangan yang memiliki minat serupa dan yang dengannya mereka dapat mewujudkan visi-visi mereka.

Halo, Santolo!

(ditulis untuk tugas penerbitan tabloid, mata kuliah pengantar ilmu jurnalistik)

Dari kejauhan, suara debur ombak sudah terdengar. Udara panas dan bau laut semakin mempertegas semuanya. Akhirnya, Santolo!

030620135244

Pertama kali mendengar nama Santolo, mungkin kamu mengira pantai ini terletak di negara Amerika Latin. Padahal, sendirinya pantai ini terletak di selatan Garut, Jawa Barat. Nama asli pantai Santolo adalah Cilauteureun. Tetapi, karena orang asing sulit melafalkannya, maka mereka menyebut pantai ini dengan nama Santolo.

Pantai Santolo merupakan sebuah pantai nelayan sekaligus pantai wisata. Di sini, kita bisa menemukan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terdapat di pinggir pantai. Kita juga bisa membeli ikan-ikan dari pengepul di sana. Untuk masuk ke pantai ini, kita hanya perlu membayar Rp2.000,00 per orang, dan membayar lagi dengan jumlah yang sama jika kita ingin menyebrang ke Pulau Santolo.

Petualangan Mencapai Santolo

Perjalanan dari Bandung menuju pantai Santolo dapat ditempuh sekitar 6 jam perjalanan. Dari terminal Cicaheum, kita bisa naik elf langsung menuju Pameungpeuk, atau naik bus menuju Garut terlebih dahulu. Di terminal Garut, kamu harus naik elf jurusan Cikelet. Saran LANCONG!, pandai-pandailah menawar. Harga normal untuk menuju Cikelet adalah Rp15.000,00-Rp20.000,00. Setelah didapat harga yang disepakati, langsung saja bayar di muka. Kalau kamu bayar setelah sampai di Pameungpeuk, siap-siap saja dengan harga yang berubah. Dari Pameungpeuk, kamu tinggal naik angkot seharga Rp3.000,00 per-orang untuk sampai langsung di pinggir pantai Santolo.

Perjalanan menuju pantai Santolo akan memacu adrenalin bagi mereka yang tidak terbiasa dengan turunan dan tanjakan yang berliku-liku. Untuk kamu yang terbiasa dengan pemandangan kota, disarankan jangan tidur sepanjang perjalanan. Di sepanjang jalan yang berliku-liku, akan ada pemandangan berupa kebun teh yang menghampar sepanjang jalan, atau sekedar hutan-hutan dengan baunya yang khas, yang mungkin bisa menghilangkan perasaan mabuk kendaraan. Kalau kamu pergi dengan kendaraan pribadi, kamu bisa berhenti sebentar untuk memotret pemandangan alam sambil beristirahat sejenak.

ikannya gede-gede.. (photo by: @dyahpm)

ikannya gede-gede.. (photo by: @dyahpm)

Penginapan Murah

Setelah sampai di Santolo, waktunya mencari penginapan. Di pinggiran pantai, terdapat banyak penginapan yang menawarkan harga tidak lebih dari Rp200.000,00 per malamnya. Sebelum memilih penginapan, kamu bisa melihat dulu seperti apa fasilitas yang ditawarkan. Sayangnya, hampir semua penginapan tidak menggunakan air tawar, melainkan air laut yang disuling sehingga masih meninggalkan rasa asin. Bagi yang muslim, jangan khawatir. Ada sebuah masjid besar yang terdapat di sekitar penginapan.

Kalau ingin berenang, ada baiknya kamu bertanya terlebih dahulu kepada nelayan sekitar. Mereka tahu, apakah laut sedang bagus atau buruk untuk dipakai bermain air. Ombak pantai selatan tergolong ganas, sehingga kamu harus berhati-hati dan mematuhi larangan-larangan yang ada. Kalau ternyata kamu datang ketika laut sedang tidak bagus, jangan kecewa. Kamu bisa main pasir di pinggir pantai, atau bermain mengejar ombak. Sekedar memotret ditemani angin laut pun, bisa kamu lakukan.

Sampah yang Membentang

Kalau ke Santolo dan melihat banyak sampah yang berserakan di pinggir pantai serta pasir-pasir yang menghitam, jangan buru-buru menyalahkan wisatawan yang suka membuang sampah sembarangan. Sampah-sampah itu justru berasal dari pemilik warung makan atau pemilik penginapan. Meski tidak setenar tetangganya, Pangandaran, Santolo tetap memiliki banyak pengunjung yang biasanya adalah wisatawan lokal. Karena itulah, sejak tahun 1970-an, banyak penduduk yang menjadikan pantai ini sebagai lahan bisnis, bukan hanya pantai nelayan.

oknum pembuang sampah (photo by: @dyahpm)

oknum pembuang sampah (photo by: @dyahpm)

Hampir semua tempat wisata di Indonesia memiliki masalah yang sama, yaitu pengelolaan yang kurang profesional. Sampah, adalah masalah terbesar yang dialami. Di Santolo, LANCONG! tidak melihat adanya mobil pengangkut sampah, sehingga warga terpaksa membuang sampah di pinggir pantai. Sayang, keindahan pasir putih yang membentang, justru tertutup oleh sampah-sampah yang mengeluarkan bau tak sedap. Padahal, sebagai salah satu tempat wisata, Santolo menawarkan harga yang tidak terlalu mahal, sehingga pantai ini bisa dieksploitasi untuk kesejahteraan warga, tanpa mengurangi keindahannya.

sayonara, langit biru...

sayonara, langit biru…